Decision

“Katanya, jadi laki-laki itu jangan takut gagal. tapi jangan bodoh untuk ambil resiko. Mendingan cari kerja dulu, cari pengalaman.”

Sebuah kalimat dari iklan operator seluler itu terus terngiang-ngiang saat saya sudah mengajukan permohonan pengunduran diri dari tempat saya bekerja sekarang. Tapi sebagai laki-laki saya harus tegas menentukan pilihan.

“Kamu jangan egois, memutuskan sesuatu tanpa berpikir panjang sebelumnya. Saran saya, kamu jangan resign sebelum kamu menemukan pekerjaan baru. Cari kerja itu susah, dan penyesalan selalu datang belakangan.”

Saya memang egois. Saya memang belum mendapatkan pekerjaan yang baru. Tapi saya tidak ingin berlama-lama disini. Saya tidak ingin membuang-buang waktu untuk mengerjakan sesuatu yang tidak saya sukai. selama hampir setahun bekerja disini, saya bagaikan mayat hidup.

“And now, what will you do?’

Saya hanya ingin pulang. Saya ingin kembali ke rumah. Karena rumah tidak pernah menghakimi saya. Selalu setia mendengar cerita saya tentang petualangan di dunia luar, dan mengobati luka-luka yang saya dapatkan selama perjalanan. Mungkin saya akan membuka usaha kecil-kecilan di rumah.

“Kalau cuma untuk buka usaha di rumah, ngapain kamu kuliah jauh-jauh?”

Mungkin Tuhan mengirim kamu untuk menanyakan itu. Saya sudah melalui banyak rintangan, berbagai masalah yang hampir semuanya saya ciptakan sendiri, sampai akhirnya saya bisa lulus  kuliah dan langsung mendapatkan pekerjaan.

Orang tua saya cukup bangga. Tapi saya tetap tidak ikhlas. Tidak bersyukur. Saya menyalahkan Tuhan karena tidak mengerti saya. Bukan ini yang saya cari. Sekarang saya ingin berhenti sejenak, kembali ke poros awal dan menentukan langkah saya ke depan. Begitu banyak mimpi yang ingin saya wujudkan. Tapi saya sadar, saya masih belum mampu dan pantas utuk merengkuh mimpi-mimpi itu. Saya ingin mengerti, Tuhan. Saya ingin mempercayai rencana besar yang Kau tuliskan untuk saya.

Maka, izinkanlah saya untuk pulang sejenak, sampai saya siap. Kau boleh menyebutku manja. Tapi saya janji tidak akan menyusahkan siapa-siapa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s