Untitled

Aku selalu mencintai senja. Langit yang biru dan agak kelam, lirih nyanyian burung yang mungkin patah hati. Kemudian matahari menjingga, menyisakan sedikit cahaya untukku, yang entah kenapa selalu suka menulis tentangmu, di tengah samarnya penglihatanku.

Apa kau ingat, waktu itu tengah malam dan kita malah berjalan santai, mencari cemilan untuk teman bercumbu. Aku menemukan kesukaanmu di antara barang belanjaan kita, boneka spongebob. Dan kamu tersenyum, sembari menyodorkan sebungkus permen karet segar, karena katamu nafasku bau, sebelum kita berciuman, lagi.

Terkadang aku tidak habis pikir, kenapa kau menyukai sifat labilku. Memelukku di saat aku rapuh, padahal aku sudah sok tegar. You always know when I need your hug. Katamu, kau kesepian, jadi kau sering memelukku. “You’re my teddy bear,” Kau bohong. Kau tidak kesepian, kau punya banyak teman. Bahkan banyak yang menjadikanmu sosok idaman. I am the lonely one. Also fragile.

Mataku mulai meredup. Gelap mulai datang, semakin dadaku sesak. Aku tak ingin menangis. Karena aku yakin malam ini kau akan datang. Tuhan, tolong buat aku mati rasa. Karena sekalipun mataku buta, dalam gelap kau selalu menemukanku, mencumbuku tanpa menyentuhku, menjagaku tanpa mendekapku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s